Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu program prioritas di sektor pendidikan. Pada 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi — melampaui target awal 10.440 satuan pendidikan. Memasuki 2026, sasarannya diperbesar drastis: 51.744 satuan pendidikan ditargetkan direvitalisasi dan dirampungkan pada akhir tahun.
Kilas Balik 2025: 16.167 Sekolah Direvitalisasi
Mengutip keterangan Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana pada Minggu (18/10/2026), revitalisasi pada 2025 menelan anggaran Rp16,9 triliun. Capaian 16.167 satuan pendidikan itu memberi manfaat kepada lebih dari 4,2 juta peserta didik yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Capaian yang melampaui target awal menunjukkan mekanisme pelaksanaannya berjalan sesuai rencana — termasuk skema swakelola yang melibatkan masyarakat sekitar sekolah.
Target 2026: 51.744 Satuan Pendidikan
Untuk 2026, sasaran revitalisasi naik menjadi 51.744 satuan pendidikan, terdiri atas 11.744 satuan pendidikan pada pagu awal dan tambahan 40 ribu satuan pendidikan yang disalurkan dalam dua tahap. Program ini ditargetkan memberi dampak keamanan dan kenyamanan belajar bagi 8.453.369 siswa yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 6.481 kecamatan di seluruh Tanah Air.
Hingga 28 September 2026, bantuan revitalisasi telah disalurkan kepada 38.586 satuan pendidikan — artinya lebih dari separuh target sudah berjalan ketika tahun anggaran memasuki triwulan terakhir. Pemerintah menargetkan seluruhnya rampung pada akhir tahun.
Prioritas dan Skema Swakelola
Prioritas diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan: bangunan dengan kerusakan berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta satuan pendidikan yang terdampak bencana. Perbaikan mencakup rehabilitasi gedung, pembangunan ruang kelas baru, dan penyediaan fasilitas pendukung agar lingkungan belajar memenuhi standar kelayakan dan keamanan.
Pelaksanaan program melibatkan masyarakat sekitar secara langsung. Melalui skema swakelola, program ini melibatkan sekitar 1,1 juta pekerja, sekaligus menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja setempat dalam pengadaan dan pelaksanaan. Dengan begitu, dana perbaikan sekolah tidak hanya memperbaiki gedung, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal di sekitar sekolah.
Digitalisasi Pembelajaran Berjalan Seiring
Revitalisasi fisik berjalan seiring dengan digitalisasi pembelajaran. Dalam laporan perkembangan program per September 2026, Kemendikdasmen menyebut sekitar 289 ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat digitalisasi pembelajaran sejak 2025, termasuk Papan Interaktif Digital (PID) atau interactive flat panel (IFP), laptop, dan perangkat penyimpanan eksternal. Secara keseluruhan, program digitalisasi sepanjang 2025–2026 telah menjangkau 368.310 satuan pendidikan dan memberi manfaat kepada lebih dari 51 juta siswa di 38 provinsi.
Pada 2026, pemerintah menargetkan perluasan: bantuan perangkat digital untuk 247.512 sekolah, penyediaan listrik bagi 227.365 sekolah, akses internet untuk 10.121 satuan pendidikan, serta pelatihan bagi 30.750 pendidik dan tenaga kependidikan. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penyediaan fasilitas dan teknologi adalah instrumen untuk meningkatkan mutu pendidikan — bukan sasaran akhirnya. “Kehadiran PID ini berguna untuk memudahkan semuanya dalam menimba ilmu, membuat proses belajar menjadi lebih menarik, serta kaya akan kreativitas dengan pola interaktif,” ujar Mu’ti.
Apa Artinya bagi Guru dan Sekolah
Bagi guru dan kepala sekolah, kabar ini berarti tiga hal. Pertama, bila sekolah Anda masih memiliki ruang kelas rusak berat atau belum tersentuh bantuan, pastikan data Dapodik sekolah akurat dan lengkap — penentuan penerima bantuan berpijak pada data dan hasil verifikasi. Kedua, manfaatkan perangkat digital yang sudah diterima: PID atau laptop hanya bermakna bila dipakai di kelas. Ikuti pelatihan yang disediakan dan berbagi praktik dengan rekan di komunitas belajar. Ketiga, libatkan diri dalam pengawasan swakelola: karena pengerjaan melibatkan masyarakat setempat, guru dan komite sekolah adalah pihak yang paling tahu apakah kualitas pengerjaan sesuai spesifikasi.
Dengan 38.586 satuan pendidikan sudah menerima bantuan hingga akhir September dan target akhir tahun 51.744, program revitalisasi 2026 berada di jalur yang tepat. Tantangannya kini tinggal pada penyelesaian tahap akhir dan memastikan setiap rupiahnya benar-benar memperbaiki ruang belajar anak-anak Indonesia.
Rincian penerima bantuan, jadwal penyaluran per daerah, dan ketentuan teknis mengikuti pengumuman resmi pihak berwenang; pantau kanal resmi Kemendikdasmen dan pemerintah daerah untuk informasi yang berlaku di wilayah Anda.

