G
GuruHub
Masuk Daftar Gratis
G
GuruHub
Masuk
โ† Kembali
Tips Mengajar

Cara Membuat Soal HOTS yang Sesuai untuk Generasi Z di Kelas

Oleh Redaksi GuruHub ยท 2026-07-29 ยท 5 menit baca
Cara Membuat Soal HOTS yang Sesuai untuk Generasi Z di Kelas

Membuat soal Higher Order Thinking Skills atau HOTS bukanlah sekadar mengangkat tingkat kesulitan soal. Tantangan sebenarnya terletak pada kemampuan merancang stimulus yang mampu menarik perhatian siswa Generasi Z, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Mereka terbiasa menyerap informasi dalam format visual pendek, scroll cepat di media sosial, dan berinteraksi dengan konten yang langsung menyentuh keseharian mereka. Oleh karena itu, soal HOTS yang efektif harus mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademis dan pengalaman nyata yang relevan bagi mereka.

Langkah pertama dalam membuat soal HOTS yang tepat adalah memilih stimulus yang dekat dengan kehidupan siswa. Alih-alih menggunakan teks panjang yang monoton, pertimbangkan untuk menyajikan informasi melalui infografis, cuplikan berita terkini, atau bahkan video pendek berdurasi satu hingga dua menit. Generasi Z merespons lebih baik ketika mereka merasa masalah yang diajukan memiliki hubungan langsung dengan situasi yang mungkin mereka hadapi. Misalnya, dalam mata pelajaran matematika, seorang guru bisa merancang soal tentang pengelolaan uang saku digital atau perhitungan biaya langganan streaming yang mereka gunakan setiap hari. Stimulus yang relevan semacam ini membantu siswa melihat bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi bukan sekadar urusan ujian, melainkan bekal nyata yang akan mereka pakai.

๐Ÿ“– Baca juga
Strategi Jitu Menaklukkan Kelas Padat: Dari Ribut Jadi Fokus Belajar

Setelah stimulus tersedia, pengemasan pertanyaan perlu mengikuti taksonomi Bloom yang direvisi, yaitu kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Soal analisis bisa berbentuk membandingkan dua kebijakan sekolah dan memprediksi dampak masing-masing. Soal evaluasi menuntut siswa memberikan penilaian terhadap keputusan tertentu berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan. Sementara soal kreasi meminta mereka menyusun rencana atau solusi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Ketiga level ini memastikan siswa tidak sekadar mengingat atau memahami, tetapi benar-benar menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penting untuk dicatat bahwa level kognitif ini hanya akan tercapai apabila stimulus yang diberikan cukup kaya dan membuka ruang eksplorasi, bukan sekadar pertanyaan hafalan yang dibungkus dengan kata-kata rumit.

๐Ÿ“– Baca juga
10 Strategi Pembelajaran Aktif yang Terbukti Ampuh dan Mudah Diterapkan di Kelas

Aspek teknologi juga tidak boleh diabaikan mengingat Generasi Z adalah pengguna digital yang terbiasa mengakses informasi dari berbagai platform secara bersamaan. Kebiasaan mereka berpindah cepat antar konten bukan berarti mereka tidak mampu fokus, melainkan menunjukkan bahwa mereka sangat selektif terhadap materi yang dianggap tidak relevan atau kurang menarik. Soal HOTS bisa dirancang dalam format studi kasus berbasis proyek, di mana siswa diminta menyelesaikan masalah kompleks menggunakan aplikasi atau perangkat digital yang sudah akrab dengan mereka. Variasi format seperti esai singkat berbasis data, presentasi video, atau portofolio digital dapat membantu mempertahankan keterlibatan mereka sepanjang proses evaluasi. Dengan menyentuh ranah digital yang mereka kuasai, guru tidak hanya mengukur kemampuan berpikir, tetapi juga membangun koneksi antara pembelajaran di kelas dan keterampilan abad ke-21.

๐Ÿ“– Baca juga
Sinkronisasi Kurikulum dan Beban Kerja, Akankah Beban Guru Mereda?

Terakhir, guru perlu memastikan bahwa rubrik penilaian jelas dan transparan. Siswa Generasi Z menghargai umpan balik yang spesifik dan langsung ke inti. Rubrik yang terstruktur dengan baik memungkinkan mereka memahami dengan tepat apa yang diharapkan dan bagaimana cara mencapai standar yang diinginkan. Umpan balik semacam ini tidak hanya membantu mereka memperbaiki hasil belajar, tetapi juga membangun kemandirian dalam belajar. Pada akhirnya, soal HOTS yang dirancang dengan baik akan melatih siswa berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan, dan siap menghadapi tantangan di dunia nyata. Jadi, mulailah dari stimulus yang dekat dengan hati mereka, kemas dalam format yang sesuai dengan kebiasaan belajar mereka, dan berikan tantangan yang sesungguhnya.

Bagikan:

๐Ÿ’ฌ 0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Masuk untuk ikut berkomentar di artikel ini.
Masuk
Hitung estimasi gaji & TPG Anda
Gunakan kalkulator gratis kami untuk estimasi take-home pay.
Hitung Sekarang

Artikel Terkait