Kabar baik bagi guru sekolah dasar dan menengah pertama. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka Beasiswa Non Gelar STEM 2026 bagi guru SD dan SMP melalui program pelatihan teknis bertajuk “Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning”. Program ini merupakan kerja sama Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Hiroshima University, Jepang.

Yang perlu dicatat, kuota program ini sangat terbatas dan waktu pendaftarannya singkat. Informasi yang dilansir media nasional menyebutkan pendaftaran dilakukan secara daring dan akan ditutup pada 25 Oktober 2026. Artinya, guru yang berminat hanya punya waktu beberapa hari untuk menyiapkan seluruh dokumen persyaratan.

Program Apa Sebenarnya Beasiswa Ini?

Beasiswa Non Gelar STEM merupakan program pelatihan teknis nongelar yang dirancang untuk membantu guru mengeksplorasi pendekatan pembelajaran sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Program ini bukan sekadar menambah wawasan teori, melainkan mendorong guru merancang serta menjalankan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

Pendekatan yang digunakan bersifat praktis, berbasis inkuiri, dan mendorong kolaborasi dalam proses belajar. Peserta akan diarahkan untuk merancang aktivitas STEM sesuai tahap perkembangan peserta didik, serta mengaitkan berbagai mata pelajaran dengan persoalan nyata dan pengalaman sehari-hari siswa.

Melalui skema ini, pembelajaran STEM diharapkan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, dan inkuiri pada murid. Arah pelatihan ini menekankan penerapan, bukan sekadar pemahaman konsep.

Dalam unggahan akun Instagram resmi @guru.dikdas.dikdasmen yang dikutip pada 15 Oktober 2026, program ini digambarkan sebagai ajakan bagi para guru: “Saatnya mengeksplorasi ide, mencoba hal baru, dan menghadirkan pengalaman belajar STEM yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berkolaborasi, serta menemukan solusi bagi tantangan masa depan.”

Kuota Terbatas: Hanya 30 Guru

Program beasiswa non gelar ini memiliki sasaran terbatas bagi pendidik tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Total kuota yang tersedia hanya 30 orang, dengan rincian:

  • 15 kursi untuk guru SD
  • 15 kursi untuk guru SMP

Peserta yang lolos seleksi berasal dari dua unsur, yakni pendidik aparatur sipil negara (ASN) dan pendidik tetap yayasan. Karena jumlah kursi yang sangat terbatas, guru yang memenuhi syarat disarankan mempersiapkan dokumen sejak awal dan tidak menunggu hingga hari terakhir pendaftaran.

Jadwal Pendaftaran dan Seleksi

Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 1676/B/B5/GT.02.00/2026 tertanggal 12 Oktober 2026, pendaftaran dibuka pada 12 hingga 25 Oktober 2026. Seleksi administrasi, pengumuman hasil seleksi administrasi, dan wawancara substansi dijadwalkan berlangsung pada minggu kelima Oktober 2026.

Karena tahapan seleksi berjalan segera setelah pendaftaran ditutup, guru diimbau memastikan seluruh berkas yang diunggah lengkap dan benar agar tidak gugur pada tahap administrasi.

Syarat Umum Peserta

Calon peserta harus memenuhi persyaratan umum yang mencakup status kewarganegaraan, usia, identitas pendidik, serta kondisi kesehatan. Persyaratan umum yang ditetapkan antara lain:

  • Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berusia paling tinggi 55 tahun per 31 Desember pada tahun pendaftaran
  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  • Sehat jasmani dan rohani

Syarat Khusus Peserta

Selain syarat umum, terdapat persyaratan khusus yang berkaitan dengan status kepegawaian, latar belakang akademik, dan kemampuan bahasa Inggris:

  • Berstatus sebagai pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan
  • Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal
  • Memiliki kualifikasi akademik program strata satu (S1/D-IV) dengan IPK minimal 3,00 pada skala 4 atau yang setara
  • Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal: TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, English Score 290, atau Versant Test 47
  • Sertifikat bahasa Inggris tidak diwajibkan bagi kandidat lulusan perguruan tinggi luar negeri, dengan bukti ijazah dan masa lulus tidak lebih dari 2 tahun terhitung dari tanggal pendaftaran

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Guru yang berniat mendaftar perlu menyiapkan hasil pindai dokumen berikut sebelum mengunggahnya ke sistem pendaftaran:

  • Formulir pendaftaran
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • NUPTK
  • Surat Keputusan Pengangkatan pendidik ASN atau Surat Keputusan Pengangkatan pendidik tetap yayasan
  • Surat tugas mengajar
  • Surat aktif bertugas dari pimpinan instansi tempat pendidik bertugas
  • Ijazah dan transkrip nilai S1/D-IV yang telah dilegalisir
  • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan
  • Surat pernyataan kesanggupan calon peserta penerima Program Pelatihan Teknis
  • Surat rekomendasi dari atasan
  • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani
  • Esai atau personal statement dalam bahasa Inggris minimal 500 kata
  • Letter of Acceptance (LoA), dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa

Cara Mendaftar

Pendaftaran dilakukan melalui sistem daring. Calon peserta memilih program “Microcredential Program on Innovative STEM Education for Sustainable Learning” sebagai program yang akan diikuti, memahami seluruh persyaratan yang ditetapkan, melengkapi profil peserta, mengunggah seluruh dokumen persyaratan, lalu mengikuti seluruh petunjuk yang diberikan sistem hingga proses pendaftaran selesai.

Batas akhir pendaftaran program ini adalah 25 Oktober 2026. Detail tautan dan laman pendaftaran tercantum dalam surat pengumuman resmi Kemendikdasmen dan dapat dipantau melalui akun resmi media sosial Direktorat Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen.

Kenapa Guru SD-SMP Perlu Melirik Program Ini?

Pembelajaran STEM di jenjang dasar dan menengah pertama menjadi fondasi penting bagi minat murid terhadap sains dan teknologi di jenjang selanjutnya. Program ini menawarkan kesempatan belajar langsung dari praktik terbaik internasional — melalui kemitraan dengan Hiroshima University — sekaligus memperkuat jejaring profesional dengan sesama guru dari berbagai daerah.

Bagi guru yang selama ini mengembangkan pembelajaran berbasis proyek atau percobaan sederhana di kelas, beasiswa ini menjadi panggung untuk memperdalam pendekatan tersebut dengan kerangka yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Penutup

Dengan kuota hanya 30 orang dan pendaftaran yang ditutup pada 25 Oktober 2026, peluang ini jelas diperebutkan banyak guru. Bagi yang memenuhi syarat, segera lengkapi dokumen dan daftarkan diri sebelum waktu habis.

Jadwal, kuota, syarat, dan mekanisme pendaftaran di atas disusun berdasarkan surat pengumuman resmi Kemendikdasmen dan pemberitaan media nasional yang melansirnya. Rincian resmi mengikuti pengumuman pihak berwenang; selalu rujuk surat resmi Kemendikdasmen dan kanal resminya sebelum mengambil keputusan.