Kabar baik bagi para guru: kesempatan meningkatkan kompetensi kini semakin terbuka lebar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Pelatihan Mandiri Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) — yang dapat diikuti guru dari Sabang sampai Merauke langsung dari sekolah maupun rumah, tanpa terkendala jarak, waktu, atau biaya perjalanan seperti pelatihan konvensional.

Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (9/7). Informasi dalam artikel ini seluruhnya merujuk pada siaran pers resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen tertanggal 10 Juli 2026.

“Guru Hebat Bukan yang Tahu Segalanya”

Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa guru adalah agen pembelajaran dan agen peradaban — sehingga peningkatan kompetensi merupakan hal yang penting untuk mendukung hadirnya guru yang profesional. Ia juga mengingatkan bahwa mengajar bukan sekadar mentransfer kemampuan teknis kepada murid.

“Guru tidak hanya mengajar untuk mengembangkan kemampuan atau keterampilan motorik murid. Namun, materi yang diajarkan harus memiliki nilai dan arah yang membentuk karakter. Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tapi yang mau belajar segalanya. Digitalisasi adalah arusnya, Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru,” kata Menteri Mu’ti, sebagaimana dikutip dalam siaran pers resmi Kemendikdasmen.

Penguatan Tahun 2026: Fokus pada Implementasi Berbasis Mata Pelajaran

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pelatihan PM-KKA telah dimulai sejak 2025. Bila pada tahap awal berfokus pada penyiapan dan percontohan, maka tahun ini fokus utamanya adalah memperkuat implementasi berbasis mata pelajaran.

Pelatihan tahun ini juga mengoptimalkan peran Kelompok Kerja — seperti KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) — sebagai pusat inovasi pembelajaran. Soal filosofi Pembelajarannya, Dirjen Nunuk menyampaikan harapannya:

“Kita ingin memastikan bahwa filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas,” ujarnya.

Dua Jalur Utama: Luring dan Daring

Pelatihan PM-KKA 2026 dilaksanakan melalui dua jalur utama. Pertama, jalur reguler yang dilakukan secara luring melalui forum Kelompok Kerja dengan metode Teacher Experimental Training (TET). Melalui pendekatan ini, sekolah dijadikan laboratorium pembelajaran — guru merancang solusi atas tantangan nyata di kelas, mempraktikkannya, lalu melakukan refleksi kolektif bersama rekan sejawat. Pelaksanaan jalur ini memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru yang diselenggarakan satu kali dalam seminggu.

Kedua, jalur daring melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Jalur ini terbagi menjadi dua bentuk akses. Bentuk pertama adalah fitur Pelatihan Mandiri, yang memungkinkan guru belajar secara mandiri kapan pun dan di mana pun — melalui modul, video pembelajaran, dan penguatan materi oleh fasilitator melalui webinar. Bentuk kedua adalah Diklat Bauran, yang diakses melalui Learning Management System (LMS) dan dirancang bagi guru yang membutuhkan pendampingan lebih terstruktur — memadukan pembelajaran mandiri di LMS dengan penguatan materi bersama fasilitator melalui webinar.

Target: Lebih dari 300.000 Pendidik di 140.000 Satuan Pendidikan

Dengan kombinasi kedua jalur tersebut, pelatihan PM-KKA 2026 ditargetkan menjangkau lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Lewat platform digital ini, guru dapat mengakses modul pembelajaran, video, hingga penguatan materi bersama fasilitator tanpa harus meninggalkan proses belajar mengajar di sekolah.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memperluas akses pengembangan kompetensi guru agar semakin merata dan berkualitas — demi mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Melalui pelatihan yang dapat diakses secara luring maupun daring, diharapkan guru-guru dapat menguasai fondasi konseptual PM-KKA yang bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung di ruang-ruang kelas di Indonesia.

Cara Mengikuti: Mulai dari Ruang GTK hingga Hari Belajar Guru

Bagi guru yang ingin segera mengikuti pelatihan ini, jalur termudah adalah membuka kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan dan mencari fitur Pelatihan Mandiri PM-KKA. Karena materinya dirancang bisa diakses kapan pun dan di mana pun, guru dapat belajar di sela-sela waktu luang — tanpa harus meninggalkan proses belajar mengajar di sekolah.

Untuk guru yang membutuhkan pendampingan lebih terstruktur, tersedia pilihan Diklat Bauran melalui Learning Management System (LMS). Lewat diklat ini, pembelajaran mandiri dipadukan dengan penguatan materi bersama fasilitator lewat webinar, sehingga peserta tidak belajar sendirian menghadapi materi koding dan AI yang mungkin masih baru.

Sementara itu, guru yang lebih nyaman belajar lewat interaksi langsung bisa memanfaatkan forum Kelompok Kerja — KKG untuk guru SD, MGMP untuk guru SMP/SMA/SMK — yang dioptimalkan Kemendikdasmen sebagai pusat inovasi pembelajaran. Lewat metode Teacher Experimental Training (TET), guru diajak menjadikan sekolah sebagai laboratorium: merancang solusi atas tantangan nyata di kelas, mempraktikkannya, lalu melakukan refleksi kolektif bersama rekan sejawat. Waktu pelaksanaannya memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru yang diselenggarakan satu kali dalam seminggu.

Penutup

Pelatihan PM-KKA menjadi salah satu program pengembangan guru terbesar yang dijalankan Kemendikdasmen pada 2026 — dengan jangkauan lintas daerah dan dua jalur yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing guru. Guru yang ingin mengikuti program ini disarankan memantau informasi resmi dari Ditjen GTK Kemendikdasmen melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan, serta memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru di sekolah masing-masing.

Seluruh informasi dalam artikel ini merujuk pada siaran pers resmi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen tertanggal 10 Juli 2026. Rincian jadwal dan mekanisme pendaftaran mengikuti pengumuman resmi Ditjen GTK Kemendikdasmen.