Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk siswa SMA, MA, SMK, dan sederajat resmi dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Banten. Di tengah pelaksanaan serentak di berbagai daerah, Kemendikdasmen menyampaikan dua pesan penting: hasil TKA akan diumumkan pada 23 Desember 2026, dan pengawasan ujian tahun ini diperketat agar tidak lagi sekadar formalitas.
Pelaksanaan utama TKA 2026 berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan 3.864.195 peserta terdaftar. Gelombang pertama digelar 26–29 Oktober 2026, disusul gelombang kedua 2–5 November 2026. Tersedia pula gelombang khusus pada 31 Oktober–1 November 2026 untuk mata pelajaran wajib dan 7–8 November 2026 untuk mata pelajaran pilihan, serta jadwal susulan pada 16–29 November 2026 bagi peserta yang memenuhi ketentuan.
Pengawasan Diperketat: Dipantau dari Jakarta, Dibantu 17 PTN
Kemendikdasmen menegaskan pengawasan TKA 2026 dilakukan melalui pemantauan daring di tingkat nasional. Sistem pemantauan terpusat disiapkan di Jakarta dan melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) serta 17 perguruan tinggi negeri (PTN). Pemantauan dilakukan secara virtual dengan teknologi konferensi video, sehingga kondisi setiap ruang ujian dapat dilihat langsung selama tes berlangsung.
“Ya, mungkin tahun lalu ada yang mengira ‘ah ini paling formalitas’ begitu. Tapi kami tegaskan karena ada pemantauan di tingkat nasional sehingga semua yang terjadi selama pelaksanaan TKA ini dipantau dalam sistem yang kami siapkan di Jakarta,” ujar Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan koordinasi dengan Kemkomdigi mencakup pemantauan aktivitas di media sosial dan kegiatan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan ujian, untuk mencegah terulangnya pelanggaran seperti tahun sebelumnya.
“Kami sudah berkoordinasi misalnya dengan Komdigi untuk hal-hal yang berkaitan dengan media sosial dan juga aktivitas lain yang terjadi seperti tahun lalu. Mudah-mudahan tahun ini tidak terjadi lagi,” ujar Toni Toharudin.
“Dan seperti yang disampaikan di taklimat, kami bekerja sama juga dengan 17 perguruan tinggi negeri untuk mengawasi TKA ini,” tambah Toni.
Kerja sama dengan penyedia layanan konferensi video juga dimanfaatkan untuk melihat situasi setiap ruang kelas secara daring, sehingga petugas dapat mengenali gerak-gerik mencurigakan. Toni menegaskan sanksi tetap berlaku bagi siswa maupun pengawas yang terbukti melanggar.
Hasil Diumumkan 23 Desember: Pahami Secara Bijak, Bukan Sekadar Angka
Abdul Mu’ti meminta orang tua, guru, dan masyarakat memahami hasil asesmen secara bijak, agar penggunaannya mendukung peningkatan pembelajaran. Pesan itu disampaikan melalui akun resmi Kemendikdasmen pada Minggu, 25 Oktober 2026, sehari sebelum pelaksanaan dimulai.
“Kami ingin menyampaikan bahwa hasil TKA perlu dipahami secara utuh. Mari kita pahami hasil TKA secara bijak. Hasil asesmen bukanlah label untuk menentukan masa depan seseorang, melainkan informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi dan dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran murid,” ujar Abdul Mu’ti.
Mu’ti menegaskan hasil TKA berfungsi sebagai informasi untuk mengevaluasi proses belajar, bukan penentu masa depan siswa. Tes ini juga tidak menentukan kelulusan dan tidak bersifat wajib, sehingga siswa diimbau mengerjakan ujian tanpa menyontek. Justru di sinilah ujian karakter yang ditekankan Mendikdasmen: TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga kejujuran dan kepercayaan diri siswa.
“Karena itu sebenarnya tes kemampuan akademik ini bukan hanya mengetes murid-murid, tapi mengetes karakter siswa. Mengetes karakter untuk murid kita. Karena inilah pentingnya kami menanamkan kejujuran dan tes itu adalah tes akademik juga tes karakter. Terutama karakter untuk jujur, percaya diri, kemudian dapat melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya. Ini yang menjadi sasaran atau menjadi arah dari TKA itu,” tutur Abdul Mu’ti.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BKPDM Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan hasil asesmen membantu guru memetakan penguasaan kompetensi siswa di kelas, untuk merancang pembelajaran terdiferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik.
Skor 200–800 dan Predikat Istimewa: Cara Membaca Hasil TKA 2026
Ketentuan pelaporan nilai diatur dalam Keputusan Mendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan AN. Hasil TKA jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dilaporkan dengan rentang skor 200 hingga 800, dengan pembulatan dua angka di belakang koma. Predikat istimewa diberikan kepada peserta yang memperoleh nilai minimal 725,00 pada setiap mata uji.
TKA menggunakan metode Item Response Theory Two-Parameter Logistic Model (IRT 2PL), yang juga dipakai asesmen internasional seperti TIMSS dan PISA. Metode ini memperhitungkan tingkat kesulitan dan daya beda setiap butir soal, sehingga hasil tidak hanya ditentukan oleh jumlah jawaban benar.
“Jadi itu alasannya mengapa tahun ini kami memberikan rentang laporan nilai yang lebih lebar, supaya variasi nilai yang sebenarnya ada sangat banyak dengan menggunakan Item Response Theory, itu terlihat juga di pelaporannya,” ujar Rahmawati.
Rahmawati menegaskan perubahan skala ini tidak merugikan peserta tahun sebelumnya: urutan capaian tetap terjaga ketika hasil lama dikonversi ke sistem pelaporan baru.
Yang Perlu Dilakukan Guru Selama Pelaksanaan Berlangsung
- Pastikan setiap siswa mengetahui gelombang, sesi, dan ruang ujian masing-masing, termasuk peserta gelombang khusus dan susulan.
- Ingatkan siswa bahwa TKA tidak menentukan kelulusan dan diawasi secara nasional — kejujuran adalah bagian dari hasil itu sendiri.
- Siapkan pendampingan bagi siswa yang mengikuti jadwal susulan pada 16–29 November 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.
- Catat tanggal 23 Desember 2026 sebagai jadwal pengumuman hasil, dan siapkan rencana tindak lanjut pembelajaran berdasarkan pemetaan hasil tersebut.
- Bantu orang tua memahami hasil secara utuh: skor 200–800 adalah potret capaian, bukan label masa depan anak.
Penutup
Dimulainya TKA 2026 menandai fase baru asesmen nasional: ujian yang dipantau ketat dari pusat, dinilai dengan metode yang lebih peka terhadap perbedaan kemampuan, dan dimaknai sebagai bahan refleksi pembelajaran, bukan sekadar angka. Bagi guru, tugas berlanjut setelah hasil diumumkan pada 23 Desember 2026, lewat pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Rincian jadwal, pengawasan, dan pelaporan hasil dalam artikel ini merujuk pada keterangan resmi Kemendikdasmen yang disampaikan dalam peninjauan TKA di SMAN 3 Tangerang Selatan pada 26 Oktober 2026 serta taklimat media pelaksanaan TKA pada 23 Oktober 2026. Rincian resmi mengenai pelaksanaan dan pengumuman hasil mengikuti pengumuman berwenang dari Kemendikdasmen.


